Jumat, 18 Januari 2019

Sebuah cerita lama

Heya

Keknya sekarang aku mau ngedongeng
Sebuah cerita lama

Cerita yang mungkin ... Mungkin udah pernah kalian(kalian? Emang yang baca sebanyak itu?? Lol) denger ato baca dimana sebelumnya

Dikatakan di sebuah cerita itu...

Ada seorang guru bersama seorang muridnya sedang berjalan ke suatu taman bunga.
Sesampainya mereka di taman bunga, sang guru menyuruh muridnya berjalan menyisiri taman bunga itu dan memetik satu bunga yang paling cantik menurutnya.
Tapi, ia hanya boleh menyisiri taman itu sekali dan tidak boleh berbalik ke belakang untuk memetik bunga yang sudah dilewatkannya.

Sang murid pun menyanggupi permintaan gurunya.
Ia berjalan menyisiri taman itu...
Hingga dia menemukan sebuah bunga yang menurutnya sangat cantik.
Dia berpikir lama
"Apa sebaiknya ia petik atau jangan? Mungkin di depan sana masih ada bunga yang lebih cantik dari ini," pikirnya dalam hati.
Akhirnya sang murid pun memutuskan untuk tidak memetik bunga itu dan meninggalkannya.
Ia berjalan kembali menyisiri taman itu.
Tapi ia tidak menemukan bunga yang secantik yang ia temui tadi.
Dia berusaha menoleh ke belakang, tapi ia teringat perkataan gurunya dimana ia tidak boleh kembali ke belakang untuk mengambil bunga yang sudah dilaluinya.

Pada akhirnya, dia kembali ke hadapan sang guru dengan sedih dan tangan yang kosong.
Sang guru pun bertanya mengapa ia tidak membawakannya setangkai bunga sesuai yang diperintahkan.
Dengan wajah sedih sang murid menceritakan apa yang terjadi saat menyusuri taman.
Sang guru pun berkata demikian,
"Ya seperti inilah hidup, kita tidak tahu kapan bisa menemukan bunga terindah di hidup kita, kita diperbolehkan untuk memetiknya, tapi apakah kamu mau mengambil kesempatan itu atau tidak? Kesempatan tidak datang 2 kali. Mungkin kamu berpikir di depan sana akan ada yang lebih indah... Ya tentu, tidak salah berpikir demikian. Tapi apa kau yakin di depan sana memang ada bunga yang lebih cantik daripada yang sekarang kamu temui? Bagaimana jika tidak ada? Berarti kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan emasmu untuk memetik bunga terindah tersebut... . . .  .  .  .  ."
.
.
.

Ah...
Sebuah cerita lama...
Cerita klasik
. . .

. . .

. . .

Hey
Jika kalian jadi murid tersebut
Apa kalian bakal memetik bunga terindah yang kalian temui sekarang? Ataukah kalian akan meninggalkan bunga tersebut dan berharap di depan sana masih ada yang lebih indah dari bunga tersebut seperti yang dilakukan oleh sang murid?
Jika kalian memilih untuk memetik bunga tersebut, bagaimana jika ada orang yang meminta bunga tersebut? Atau lebih parahnya berusaha merebut bunga tersebut? Apa kalian akan mempertahankannya? Atau akankah kalian merelakannya? Jika kalian mempertahankannya, bagaimana jika kalian sudah berusaha sekuat mungkin tapi dia tetap terebut dan akhirnya dibawa orang tersebut? Apa kalian siap?
Jika kalian merelakannya
Apa kalian sanggup jika bunga terindah yang kalian petik dirusak oleh orang yang sudah merebut bunga itu dari tanganmu?
.
.
.

Huft
Begitu banyak pertanyaan
Ini hanya cerita klasik
Mungkin kalian anggap cerita ini sepele
Yah kek
/Halah idup masi panjang, elu masi bakal ketemu banyak orang kedepannya, gausa sok yakin kalo dia orang yang tepat buat elu

Yah
Engga salah sih
Tapi apa yakin?
Apa nanti kedepannya tidak akan menyesal?
Bagaimana jika kedepannya tidak menemukan orang yang cocok?
Seandainya ketemu
Tapi tidak seperti saat bersama dia
Apa kamu puas?
.
.
.

Sulit ya?
Ahaha...

Aku tau ini berat

Tapi
Yakinkah dengan pilihan yang sudah kau pilih?

Aku pun tidak
Yah
Aku pun ga tau harus pilih jalan mana
Aku pun ga tau harus berusaha seperti apa lagi
Ga tau apa harus bertahan atau merelakannya

Lol
Silahkan
Bilang saya goblok
Memang
Saya segoblok itu buat bertahan
Tapi tidak yakin untuk siap sakit dengan kemungkinan terburuk

Bahasanya makin lama makin berantakan...
Huft
Mungkin segini dulu ceritanya (?)

.
.
.

Morning, dear
Have a nice day

And... still

我爱你

1 komentar:

  1. 1. Apa kalian bakal memetik bunga terindah yang kalian temui sekarang? Ataukah kalian akan meninggalkan bunga tersebut dan berharap di depan sana masih ada yang lebih indah dari bunga tersebut seperti yang dilakukan oleh sang murid?

    Hmm.. Aku tidak akan memetik bunga tersebut, tapi bukan karena berharap akan ada bunga yang lebih indah, karena merasa diri ini tidak pantas untuk mendapatkan bunga sebagus itu

    2. Jika kalian memilih untuk memetik bunga tersebut, bagaimana jika ada orang yang meminta bunga tersebut? Atau lebih parahnya berusaha merebut bunga tersebut? Apa kalian akan mempertahankannya? Atau akankah kalian merelakannya? Jika kalian mempertahankannya, bagaimana jika kalian sudah berusaha sekuat mungkin tapi dia tetap terebut dan akhirnya dibawa orang tersebut? Apa kalian siap?

    Jika yang menginginkan bunga tersebut adalah seorang pencinta bunga dan bisa merawat bunga itu dengan baik, kenapa tidak? mungkin bila ditanganku bunga itu tidak akan bertahan lama, dan aku tidak siap akan hal itu, mungkin aku bisa belajar untuk merawat bunga, tapi apakah bunga itu bisa bertahan hingga nanti aku bisa merawat bunga dengan baik dan benar? aku tidak mau mengambil resiko untuk mengorbankan bunga tersebut demi egoku untuk memilikinya.

    3. Apa kalian sanggup jika bunga terindah yang kalian petik dirusak oleh orang yang sudah merebut bunga itu dari tanganmu?

    Aku hanya bisa menyesal bila orang itu merusak bunga terindah yang kuberikan kepadanya, karena harapanku bunga tersebut akan tetap terjaga dengan baik, dan ya.. aku tidak akan pernah sanggup untuk hal itu. I would fucking cries on my knees and scream out of my lungs.. it would fucking destroy my soul.. tear apart my heart..

    4.Tapi apa yakin?
    Apa nanti kedepannya tidak akan menyesal?
    Bagaimana jika kedepannya tidak menemukan orang yang cocok?
    Seandainya ketemu
    Tapi tidak seperti saat bersama dia
    Apa kamu puas?

    I do believe if that person is the one for me, that person will eventually come to me, if not.. that person is not for me for sure. Dan kalau aku bertemu dengan orang baru terus merasa bahwa orang baru ini tidak seperti bersama dia.. satu hal yang harus aku sadar adalah.. orang ini tidak meninggalkanku dan tetap bersamaku..

    Pertanyaanku adalah, apakah kamu ingin tetap bersama orang yang meninggalkan/menelantarkan/membuang kamu?

    BalasHapus