Heya
Keknya sekarang aku mau ngedongeng
Sebuah cerita lama
Cerita yang mungkin ... Mungkin udah pernah kalian(kalian? Emang yang baca sebanyak itu?? Lol) denger ato baca dimana sebelumnya
Dikatakan di sebuah cerita itu...
Ada seorang guru bersama seorang muridnya sedang berjalan ke suatu taman bunga.
Sesampainya mereka di taman bunga, sang guru menyuruh muridnya berjalan menyisiri taman bunga itu dan memetik satu bunga yang paling cantik menurutnya.
Tapi, ia hanya boleh menyisiri taman itu sekali dan tidak boleh berbalik ke belakang untuk memetik bunga yang sudah dilewatkannya.
Sang murid pun menyanggupi permintaan gurunya.
Ia berjalan menyisiri taman itu...
Hingga dia menemukan sebuah bunga yang menurutnya sangat cantik.
Dia berpikir lama
"Apa sebaiknya ia petik atau jangan? Mungkin di depan sana masih ada bunga yang lebih cantik dari ini," pikirnya dalam hati.
Akhirnya sang murid pun memutuskan untuk tidak memetik bunga itu dan meninggalkannya.
Ia berjalan kembali menyisiri taman itu.
Tapi ia tidak menemukan bunga yang secantik yang ia temui tadi.
Dia berusaha menoleh ke belakang, tapi ia teringat perkataan gurunya dimana ia tidak boleh kembali ke belakang untuk mengambil bunga yang sudah dilaluinya.
Pada akhirnya, dia kembali ke hadapan sang guru dengan sedih dan tangan yang kosong.
Sang guru pun bertanya mengapa ia tidak membawakannya setangkai bunga sesuai yang diperintahkan.
Dengan wajah sedih sang murid menceritakan apa yang terjadi saat menyusuri taman.
Sang guru pun berkata demikian,
"Ya seperti inilah hidup, kita tidak tahu kapan bisa menemukan bunga terindah di hidup kita, kita diperbolehkan untuk memetiknya, tapi apakah kamu mau mengambil kesempatan itu atau tidak? Kesempatan tidak datang 2 kali. Mungkin kamu berpikir di depan sana akan ada yang lebih indah... Ya tentu, tidak salah berpikir demikian. Tapi apa kau yakin di depan sana memang ada bunga yang lebih cantik daripada yang sekarang kamu temui? Bagaimana jika tidak ada? Berarti kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan emasmu untuk memetik bunga terindah tersebut... . . . . . . ."
.
.
.
Ah...
Sebuah cerita lama...
Cerita klasik
. . .
. . .
. . .
Hey
Jika kalian jadi murid tersebut
Apa kalian bakal memetik bunga terindah yang kalian temui sekarang? Ataukah kalian akan meninggalkan bunga tersebut dan berharap di depan sana masih ada yang lebih indah dari bunga tersebut seperti yang dilakukan oleh sang murid?
Jika kalian memilih untuk memetik bunga tersebut, bagaimana jika ada orang yang meminta bunga tersebut? Atau lebih parahnya berusaha merebut bunga tersebut? Apa kalian akan mempertahankannya? Atau akankah kalian merelakannya? Jika kalian mempertahankannya, bagaimana jika kalian sudah berusaha sekuat mungkin tapi dia tetap terebut dan akhirnya dibawa orang tersebut? Apa kalian siap?
Jika kalian merelakannya
Apa kalian sanggup jika bunga terindah yang kalian petik dirusak oleh orang yang sudah merebut bunga itu dari tanganmu?
.
.
.
Huft
Begitu banyak pertanyaan
Ini hanya cerita klasik
Mungkin kalian anggap cerita ini sepele
Yah kek
/Halah idup masi panjang, elu masi bakal ketemu banyak orang kedepannya, gausa sok yakin kalo dia orang yang tepat buat elu
Yah
Engga salah sih
Tapi apa yakin?
Apa nanti kedepannya tidak akan menyesal?
Bagaimana jika kedepannya tidak menemukan orang yang cocok?
Seandainya ketemu
Tapi tidak seperti saat bersama dia
Apa kamu puas?
.
.
.
Sulit ya?
Ahaha...
Aku tau ini berat
Tapi
Yakinkah dengan pilihan yang sudah kau pilih?
Aku pun tidak
Yah
Aku pun ga tau harus pilih jalan mana
Aku pun ga tau harus berusaha seperti apa lagi
Ga tau apa harus bertahan atau merelakannya
Lol
Silahkan
Bilang saya goblok
Memang
Saya segoblok itu buat bertahan
Tapi tidak yakin untuk siap sakit dengan kemungkinan terburuk
Bahasanya makin lama makin berantakan...
Huft
Mungkin segini dulu ceritanya (?)
.
.
.
Morning, dear
Have a nice day
And... still
我爱你